Jumat, 15 Desember 2023

Pancasila sebagai Entitas dan Identitas Bangsa Indonesia dan perwujudan Profil Pelajar Pancasila

Nama                          : Iva Arin L (23660209)

Kelas                           : PPG Prajabatan

Gelombang                : 1 (Satu)

Mata Kuliah              : Filosofi Pendidikan Indonesia

 01.01.2-T4-8. Aksi Nyata - Pancasila bagi Saya

Saya be;ajar tentang pancasila sebagai entitas dan identitas bangsa Indonesia dalam kebhinekaan dalam setiap latar belakang kehidupan sosial-budaya, ekonomi dan agama. Pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara dinilai masih relevan untuk diterapkan pada pendidikan saat ini. Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa tujuan dari pendidikan adalah menuntun agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Profil Pelajar Pancasila membantu mengemban tujuan dan visi pendidikan yang mudah dipahami oleh semua kepentingan pendidikan. Untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila pada pendidikan yang berpihak pada peserta didik dalam pendidikan abad ke-21: menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik, menciptakan lingkungan yang baik bagi peserta didik, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dan memberikan pemahaman tentang profil pelajar pancasila serta pengamalannya dalam kehidupan sehari - hari. Profil Pelajar Pancasila terdiri dari Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia; Berkebinekaan Global; Gotong Royong; Kreatif; Bernalar Kritis dan Mandiri menjadi profil lulusan pelajar dalam pendidikan Indonesia. Selain itu, moral yang terus melanda bangsa Indonesia yang ditandai dengan mulai mengendurnya ketaatan masyarakat terhadap norma-norma sosial yanghidup di masyarakat, menunjukkan pentingnya penanaman nilai-nilai ideologi melalui pendidikan Pancasila.

Pancasila juga sebagai dasar filosofi pendidikan di Indonesia dan membuat kesatuan hidup berbangsa dalam keberagaman Indonesia. Nilai-nilai pancasila menjadi dasar perkembangan paradigma pendidikan untuk melestarikan keberagaman budaya, ras, suku, dan agama di Indonesia. Perwujudan profil pelajar pancasila pada pendidikan yang berpihak pada peserta didik dalam pendidikan abad 21 yaitu pembelajaran terhadap pemahaman pancasila diharapkan akan membangun semangat dalam mengembangkan ilmu pendidikan yang bercorak karakter Pancasila sehingga memberikan identitas ilmu pendidikan yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Profil Pelajar Pancasila membantu mengemban tujuan dan visi pendidikan yang mudah dipahami oleh semua kepentingan pendidikan. Selain itu, profil ini dimaksudkan sebagai kompas bagi pendidik dan pelajar di Indonesia serta menjadi tujuan akhir dari segala kegiatan di satuan pendidikan. Beberapa contoh implementasi profil pelajar Pancasila pada siswa, yaitu:

·         Putar film dan cerita-cerita inspiratif dalam kegiatan pembelajaran.

·         Bagikan nasihat dan cerita motivasi yang membangkitkan semangat murid.

·      Menanamkan   kebiasaan positif kepada siswa, seperti gotong royong, buang sampah, piket, dan sebagainya.

·         Buatlah penugasan yang memicu kreativitas dan budaya kemandirian.

·         Melakukan kegiatan membatik, observasi di museum, studi kasus mengenai fenomena sosial dan lain sebagainya.

Selain itu hal yang harus diperhatikan dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang Berpihak pada Peserta Didik di Abad ke-21 adalah sebagai berikut :

·         Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Pelajar Indonesia harus memiliki akhlak yang baik dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam hal ini pelajar Indonesia harus memahami: nilai akhlak   beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam dan akhlak bernegara akhlak pribadi. Contoh sikap yang bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan menjalankan perintah agama sesuai kepercayaan masing-masing, berkata dan berbuat baik sesuai ajaran agama.

·         Berkebinekaan Global: Dalam hal ini berarti pelajar Pancasila harus mampu mempertahankan nilai-nilai luhur, kearifan local dan identitas bangsa. Namun   disisi lain tetap memiliki wawasan dan keterampilan global dan mampu terbuka   untuk berinteraksi dengan budaya   lain. Sehingga diharapkan akan   muncul rasa kebanggan dan cinta   tanah air, secara bersamaan memupuk rasa saling menghargai budaya lain secara positif. Contoh sikap yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan mencoba mengenal dan menghargai teman dari suku yang berbeda.

·         Bergotong royong: Budaya kolaborasi, kepedulian, berbagi dan secara sukarela menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama agar bisa tuntas dengan cepat dan lancar merupakan cerminan dari identitas masyarakat Indonesia yang perlu dilestarikan kepada generasi muda. Contohnya siswa dapat mencoba untuk berkolaborasi dengan teman yang lain ketika pembelajaran berlagsung di kelas.

·         Mandiri: Kemandirian berarti setiap peserta didik mampu bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran yang dijalaninya, sadar atas kemampuan diri, dapat  mengendalikan emosi, mampu mengatur pikiran dan perasaan untuk mencapai tujuan. Sebagai contoh, apabila dihadapkan dalam situasi sulit maka siswa dapat dengan tenang mencari solusi sendiri dan menghadapi situasi dengan bijak.

·         Bernalar kritis: Bernalar kritis menunjukan kemampuan siswa secara objektif   dalam memproses informasi dan bisa memberikan alternatif pemecahan masalah, mengelaborasi berbagai informasi, menganalisis, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Contohnya seperti bagaimana cara siswa memperoleh dan memproses informasi dari situs web atau blog tentang pembelajaran siswa tersebut menyimpulkan sesuai dengan gagasan mereka, lalu siswa tersebut menganalisis sekaligus mengevaluasi apakah informasi yang mereka dapat valid ataukah tidak.

·         Kreatif: Peserta didik yang kreatif, berarti mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan memiliki dampak positif. Misalnya memberikan ide yang berbeda dari teman-teman lain dalam membuat suatu proyek maket denah, siswa mampu mengolah informasi atau mencari inspirasi dan melahirkan gagasan baru cara membuat, serta menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda pada setiap kelompok.

 



Nama                          : Iva Arin L (23660209)

Kelas                           : PPG Prajabatan

Gelombang                : 1 (Satu)

Mata Kuliah              : Filosofi Pendidikan Indonesia

 01.01.2-T4-8. Aksi Nyata - Pancasila bagi Saya

Saya be;ajar tentang pancasila sebagai entitas dan identitas bangsa Indonesia dalam kebhinekaan dalam setiap latar belakang kehidupan sosial-budaya, ekonomi dan agama. Pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara dinilai masih relevan untuk diterapkan pada pendidikan saat ini. Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa tujuan dari pendidikan adalah menuntun agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Profil Pelajar Pancasila membantu mengemban tujuan dan visi pendidikan yang mudah dipahami oleh semua kepentingan pendidikan. Untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila pada pendidikan yang berpihak pada peserta didik dalam pendidikan abad ke-21: menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik, menciptakan lingkungan yang baik bagi peserta didik, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dan memberikan pemahaman tentang profil pelajar pancasila serta pengamalannya dalam kehidupan sehari - hari. Profil Pelajar Pancasila terdiri dari Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia; Berkebinekaan Global; Gotong Royong; Kreatif; Bernalar Kritis dan Mandiri menjadi profil lulusan pelajar dalam pendidikan Indonesia. Selain itu, moral yang terus melanda bangsa Indonesia yang ditandai dengan mulai mengendurnya ketaatan masyarakat terhadap norma-norma sosial yanghidup di masyarakat, menunjukkan pentingnya penanaman nilai-nilai ideologi melalui pendidikan Pancasila.

Pancasila juga sebagai dasar filosofi pendidikan di Indonesia dan membuat kesatuan hidup berbangsa dalam keberagaman Indonesia. Nilai-nilai pancasila menjadi dasar perkembangan paradigma pendidikan untuk melestarikan keberagaman budaya, ras, suku, dan agama di Indonesia. Perwujudan profil pelajar pancasila pada pendidikan yang berpihak pada peserta didik dalam pendidikan abad 21 yaitu pembelajaran terhadap pemahaman pancasila diharapkan akan membangun semangat dalam mengembangkan ilmu pendidikan yang bercorak karakter Pancasila sehingga memberikan identitas ilmu pendidikan yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Profil Pelajar Pancasila membantu mengemban tujuan dan visi pendidikan yang mudah dipahami oleh semua kepentingan pendidikan. Selain itu, profil ini dimaksudkan sebagai kompas bagi pendidik dan pelajar di Indonesia serta menjadi tujuan akhir dari segala kegiatan di satuan pendidikan. Beberapa contoh implementasi profil pelajar Pancasila pada siswa, yaitu:

·         Putar film dan cerita-cerita inspiratif dalam kegiatan pembelajaran.

·         Bagikan nasihat dan cerita motivasi yang membangkitkan semangat murid.

·      Menanamkan   kebiasaan positif kepada siswa, seperti gotong royong, buang sampah, piket, dan sebagainya.

·         Buatlah penugasan yang memicu kreativitas dan budaya kemandirian.

·         Melakukan kegiatan membatik, observasi di museum, studi kasus mengenai fenomena sosial dan lain sebagainya.

Selain itu hal yang harus diperhatikan dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang Berpihak pada Peserta Didik di Abad ke-21 adalah sebagai berikut :

·         Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Pelajar Indonesia harus memiliki akhlak yang baik dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam hal ini pelajar Indonesia harus memahami: nilai akhlak   beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam dan akhlak bernegara akhlak pribadi. Contoh sikap yang bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan menjalankan perintah agama sesuai kepercayaan masing-masing, berkata dan berbuat baik sesuai ajaran agama.

·         Berkebinekaan Global: Dalam hal ini berarti pelajar Pancasila harus mampu mempertahankan nilai-nilai luhur, kearifan local dan identitas bangsa. Namun   disisi lain tetap memiliki wawasan dan keterampilan global dan mampu terbuka   untuk berinteraksi dengan budaya   lain. Sehingga diharapkan akan   muncul rasa kebanggan dan cinta   tanah air, secara bersamaan memupuk rasa saling menghargai budaya lain secara positif. Contoh sikap yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan mencoba mengenal dan menghargai teman dari suku yang berbeda.

·         Bergotong royong: Budaya kolaborasi, kepedulian, berbagi dan secara sukarela menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama agar bisa tuntas dengan cepat dan lancar merupakan cerminan dari identitas masyarakat Indonesia yang perlu dilestarikan kepada generasi muda. Contohnya siswa dapat mencoba untuk berkolaborasi dengan teman yang lain ketika pembelajaran berlagsung di kelas.

·         Mandiri: Kemandirian berarti setiap peserta didik mampu bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran yang dijalaninya, sadar atas kemampuan diri, dapat  mengendalikan emosi, mampu mengatur pikiran dan perasaan untuk mencapai tujuan. Sebagai contoh, apabila dihadapkan dalam situasi sulit maka siswa dapat dengan tenang mencari solusi sendiri dan menghadapi situasi dengan bijak.

·         Bernalar kritis: Bernalar kritis menunjukan kemampuan siswa secara objektif   dalam memproses informasi dan bisa memberikan alternatif pemecahan masalah, mengelaborasi berbagai informasi, menganalisis, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Contohnya seperti bagaimana cara siswa memperoleh dan memproses informasi dari situs web atau blog tentang pembelajaran siswa tersebut menyimpulkan sesuai dengan gagasan mereka, lalu siswa tersebut menganalisis sekaligus mengevaluasi apakah informasi yang mereka dapat valid ataukah tidak.

·         Kreatif: Peserta didik yang kreatif, berarti mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan memiliki dampak positif. Misalnya memberikan ide yang berbeda dari teman-teman lain dalam membuat suatu proyek maket denah, siswa mampu mengolah informasi atau mencari inspirasi dan melahirkan gagasan baru cara membuat, serta menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda pada setiap kelompok.

 



Kamis, 14 Desember 2023

Media Ajar Kelas 4 SD Materi Denah

BAHAN AJAR

Jenjang Sekolah: SD (Sekolah Dasar)

Kelas/Semester : 4/1

Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 35 menit)

Fase B

Elemen: Menulis

Capaian Pembelajaran: Peserta didik mampu menulis teks narasi, teks deskripsi, teks rekon, teks prosedur, dan teks eksposisi dengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang  rinci dan akurat dengan topik yang beragam.

Tujuan Pembelajaran:

1.       Melalui kegiatan pengamatan powerpoint tentang membaca denah, peserta didik dapat mengarahkan petunjuk jalan dengan jelas dan tepat (C5).

2.       Melalui kegiatan mengamati denah, peserta didik dapat memperjelas letak suatu lokasi pada denah dengan tepat (C5).

3.       Melalui kegiatan presentasi hasil diskusi, peserta didik dapat menyajikan penyelesaian permasalahan terkait denah dengan tepat (P3).

Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran:

4.       Peserta didik mampu menggambar denah sekolah dengan baik (P3)

5.       Peserta didik mampu menyelesaikan masalah tentang denah dan petunjuk arah dalam kehidupan sehari-hari dengan  benar (C4).

6.       Peserta didik mampu menyajikan penyelesaian permasalahan terkait denah dengan tepat (C4).

Konsep Utama: Denah dan arah mata angin

 

Membaca Petunjuk Arah pada Denah

Menurut KBBI, denah adalah gambar yang menunjukkan letak kota, jalan, dan sebagainya. Denah dibuat bertujuan untuk memberikan gambaran atau informasi mengenai tata letak suatu tempat.

Manfaat denah:

·        Memudahkan dalam mencari lokasi

·        Mengetahui letak suatu tempat

·        Sebagai petunjuk arah

Unsur denah:

·        Judul denah

·        Gambar lokasi

·        Petunjuk arah mata angin

·        Nama jalan

 


 Membaca denah:

Agar mudah membaca denah, terlebih dahulu memahami arah mata angin dan kosakata petunjuk arah.

Arah mata angin:

Kosakata petunjuk arah:

·        Sebelah kanan

·        Sebelah kiri

·        Belakang

·        Depan

·        Membelakangi

·        Berbelok

·        Atas

·        Bawah

·        Maju

·        Mundur

·        Lurus

·        Jalan terus                                                                                    


Contoh:

Perhatikan denah berikut ini!

Hari ini, Amika ingin pergi ke bank Mandiri.Ia melihat denah perumahan Melati untuk memudahkannya memilih jalan menuju bank Mandiri. Bantulah Amika untuk menemukan jalan menuju bank Mandiri!

Jawaban:

Dari rumah, Amika menuju jalan Kenanga, lalu jalan lurus ke arah utara, sampai di perempatan, Amika berbelok ke arah timur atau kanan menuju jalan Dahlia, jalan lurus terus sampai SD Nusantara, kemudian belok ke arah utara atau kiri menuju jalan Anggrek.Jalan lurus terus,bank Mandiri berada di sebelah timur atau kanan lapangan basket.

Rangkuman:

·  Denah adalah gambar yang menunjukkan letak suatu tempat.

· Manfaat denah: Memudahkan dalam mencari lokasi, Mengetahui letak suatu tempat dan Sebagai petunjuk arah

·Unsur denah: Judul denah, Gambar lokasi, Petunjuk arah mata angin dan Nama jalan

·Kosakata petunjuk arah seperti kanan, kiri, depan, belakang, lurus, dll.


Contoh media ajar menggunakan PPT : https://youtu.be/36KPCEU5gzU


Soal!

Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d untuk jawaban yang tepat!

1.Denah adalah ....

a.gambar yang menunjukkan letak suatu tempat

b.gambar yang menunjukkan lokasi

c.gambar yang memudahkan kita mencari alamat

d.jawaban a, b dan c benar

2.Manfaat denah adalah ....

a.menyulitkan mencari lokasi

b.menunjukkan letak suatu tempat

c.menunjukkan alamat rumah saja

d.menyesetkan kita untuk menunjukkan alamat

Perhatikan gambar denah berikut untuk mengerjakan soal nomor 3 dan 4!


3.Pada hari Sabtu, Ani dan teman-temannya akan bermain layangan di lapangan. Jalan yang harus Ani lewati untuk sampai di lapangan adalah….

a.jalan Merapi dan jalan Rinjani

b.jalan Semeru dan jalan Rinjani

c.jalan Semeru dan jalan Merapi

d. jalan Semeru, jalan Merapi dan jalan Rinjani

4.Ani dan orangtuanya merupakan warga baru di perumahan Cemara. Ani belum menguasai rute jalan perumahan Cemara. Saat ini, Ani sedang berada di SDN Cemara. Sepulang sekolah, ia ingin ke pasar Gede untuk membeli beberapa perlengkapan sekolah. Ani mengamati denah perumahan Cemara. Perjalanan yang harus Ani tempuh dari SDN Cemara ke pasar Gede adalah ….

a.jalan lurus ke arah utara melewati jalan Rinjani, kemudian belok ke arah barat menuju jalan Merapi, lurus terus, pasar Gede ada di sebelah utara kantor polisi

b.jalan lurus ke arah selatan melewati jalan Rinjani, kemudian belok ke arah barat menuju jalan Semeru, lurus terus, pasar Gede ada di sebelah barat rumah sakit Medika

c.jalan  lurus  ke  arah  selatan  melewati  jalan  Rinjani,  lurus  terus  hingga menemui bank Swadaya, pasar Gede ada di sebelah barat bank Swadaya

d.jalan lurus ke arah utara melewati jalan Rinjani, kemudian belok ke arah barat menuju jalan Merapi, lurus terus, pasar Gede ada di sebelah timur rumah Ani

Terimakasih !!!


BAHAN AJAR

Jenjang Sekolah: SD (Sekolah Dasar)

Kelas/Semester : 4/1

Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 35 menit)

Fase B

Elemen: Menulis

Capaian Pembelajaran: Peserta didik mampu menulis teks narasi, teks deskripsi, teks rekon, teks prosedur, dan teks eksposisi dengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang  rinci dan akurat dengan topik yang beragam.

Tujuan Pembelajaran:

1.       Melalui kegiatan pengamatan powerpoint tentang membaca denah, peserta didik dapat mengarahkan petunjuk jalan dengan jelas dan tepat (C5).

2.       Melalui kegiatan mengamati denah, peserta didik dapat memperjelas letak suatu lokasi pada denah dengan tepat (C5).

3.       Melalui kegiatan presentasi hasil diskusi, peserta didik dapat menyajikan penyelesaian permasalahan terkait denah dengan tepat (P3).

Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran:

4.       Peserta didik mampu menggambar denah sekolah dengan baik (P3)

5.       Peserta didik mampu menyelesaikan masalah tentang denah dan petunjuk arah dalam kehidupan sehari-hari dengan  benar (C4).

6.       Peserta didik mampu menyajikan penyelesaian permasalahan terkait denah dengan tepat (C4).

Konsep Utama: Denah dan arah mata angin

 

Membaca Petunjuk Arah pada Denah

Menurut KBBI, denah adalah gambar yang menunjukkan letak kota, jalan, dan sebagainya. Denah dibuat bertujuan untuk memberikan gambaran atau informasi mengenai tata letak suatu tempat.

Manfaat denah:

·        Memudahkan dalam mencari lokasi

·        Mengetahui letak suatu tempat

·        Sebagai petunjuk arah

Unsur denah:

·        Judul denah

·        Gambar lokasi

·        Petunjuk arah mata angin

·        Nama jalan

 


 Membaca denah:

Agar mudah membaca denah, terlebih dahulu memahami arah mata angin dan kosakata petunjuk arah.

Arah mata angin:

Kosakata petunjuk arah:

·        Sebelah kanan

·        Sebelah kiri

·        Belakang

·        Depan

·        Membelakangi

·        Berbelok

·        Atas

·        Bawah

·        Maju

·        Mundur

·        Lurus

·        Jalan terus                                                                                    


Contoh:

Perhatikan denah berikut ini!

Hari ini, Amika ingin pergi ke bank Mandiri.Ia melihat denah perumahan Melati untuk memudahkannya memilih jalan menuju bank Mandiri. Bantulah Amika untuk menemukan jalan menuju bank Mandiri!

Jawaban:

Dari rumah, Amika menuju jalan Kenanga, lalu jalan lurus ke arah utara, sampai di perempatan, Amika berbelok ke arah timur atau kanan menuju jalan Dahlia, jalan lurus terus sampai SD Nusantara, kemudian belok ke arah utara atau kiri menuju jalan Anggrek.Jalan lurus terus,bank Mandiri berada di sebelah timur atau kanan lapangan basket.

Rangkuman:

·  Denah adalah gambar yang menunjukkan letak suatu tempat.

· Manfaat denah: Memudahkan dalam mencari lokasi, Mengetahui letak suatu tempat dan Sebagai petunjuk arah

·Unsur denah: Judul denah, Gambar lokasi, Petunjuk arah mata angin dan Nama jalan

·Kosakata petunjuk arah seperti kanan, kiri, depan, belakang, lurus, dll.


Contoh media ajar menggunakan PPT : https://youtu.be/36KPCEU5gzU


Soal!

Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d untuk jawaban yang tepat!

1.Denah adalah ....

a.gambar yang menunjukkan letak suatu tempat

b.gambar yang menunjukkan lokasi

c.gambar yang memudahkan kita mencari alamat

d.jawaban a, b dan c benar

2.Manfaat denah adalah ....

a.menyulitkan mencari lokasi

b.menunjukkan letak suatu tempat

c.menunjukkan alamat rumah saja

d.menyesetkan kita untuk menunjukkan alamat

Perhatikan gambar denah berikut untuk mengerjakan soal nomor 3 dan 4!


3.Pada hari Sabtu, Ani dan teman-temannya akan bermain layangan di lapangan. Jalan yang harus Ani lewati untuk sampai di lapangan adalah….

a.jalan Merapi dan jalan Rinjani

b.jalan Semeru dan jalan Rinjani

c.jalan Semeru dan jalan Merapi

d. jalan Semeru, jalan Merapi dan jalan Rinjani

4.Ani dan orangtuanya merupakan warga baru di perumahan Cemara. Ani belum menguasai rute jalan perumahan Cemara. Saat ini, Ani sedang berada di SDN Cemara. Sepulang sekolah, ia ingin ke pasar Gede untuk membeli beberapa perlengkapan sekolah. Ani mengamati denah perumahan Cemara. Perjalanan yang harus Ani tempuh dari SDN Cemara ke pasar Gede adalah ….

a.jalan lurus ke arah utara melewati jalan Rinjani, kemudian belok ke arah barat menuju jalan Merapi, lurus terus, pasar Gede ada di sebelah utara kantor polisi

b.jalan lurus ke arah selatan melewati jalan Rinjani, kemudian belok ke arah barat menuju jalan Semeru, lurus terus, pasar Gede ada di sebelah barat rumah sakit Medika

c.jalan  lurus  ke  arah  selatan  melewati  jalan  Rinjani,  lurus  terus  hingga menemui bank Swadaya, pasar Gede ada di sebelah barat bank Swadaya

d.jalan lurus ke arah utara melewati jalan Rinjani, kemudian belok ke arah barat menuju jalan Merapi, lurus terus, pasar Gede ada di sebelah timur rumah Ani

Terimakasih !!!


Rabu, 08 November 2023

SEL.11.2-T4-9 Aksi Nyata - PERSPEKTIF SOSIOKULTUR DALAM PENDIDIKAN

 SEL.11.2-T4-9 Aksi Nyata

PERSPEKTIF SOSIOKULTUR DALAM PENDIDIKAN

Nama          : Iva Arin L

Prodi          : PPG Prajabatan 2023 Gelombang 1

 Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Topik ini membahas tentang pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’, serta bagaimana faktor faktor ini mempengaruhi pendidikan di Indonesia, dimana dalam memandang pendidikan Pembelajaran adalah kegiatan seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pemahaman di lingkungan sekitarnya. ZPD mengacu pada kemampuan yang dapat dicapai melalui bimbingan dari orang lain yang lebih berpengalaman. Sehingga guru dapat memahami topik ini melalui referensi pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang menerapkan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Dengan kegiatan analisis, saya lebih memahami tentang rencana dan materi pembelajaran yang sesuai pada ‘Zone of Proximal Development’ serta menyimpulkan pendekatan, strategi, metode dan teknis pembelajaran yang sesuai pada ‘Zone of Proximal Development’. Konsep ini dikembangkan oleh seorang psikolog bernama Lev Vygotsky. Oleh karena itu konsep ZPD memiliki beberapa implikasi untuk perkembangan pembelajaran. Sebagai guru, penting untuk memahami tingkat perkembangan dan kemampuan siswa agar dapat memberikan bimbingan yang sesuai dalam ZPD. Dengan memberikan bantuan yang tepat dan memperluas ZPD siswa secara bertahap, guru dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman materi lebih tinggi lagi. Ini berarti bahwa ZPD mencakup apa yang belum dapat dicapai secara mandiri oleh individu, tetapi dapat dicapai melalui bantuan bimbingan tambahan oleh guru atau pembimbing lain.

Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

ZPD menerapkan interaksi sosial dalam proses pembelajaran. Melalui diskusi dengan teman sebaya atau orang lain, siswa dapat saling membantu dengan temannya. Interaksi sosial ini dapat merangsang pemikiran kritis, memperluas pemahaman, dan meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran. Ketika di kelas guru harus mengimplementasikan ZPD pada ruang diskusi kerja kelompok. Pembelajaran ini sering disebut pembelajaran kooperatif. Ia menyebutkan bahwa ketika anak bekerja memecahkan masalah bersama anak-anak yang lebih mampu atau dengan bantuan orang dewasa maka anak tersebut akan dapat belajar dengan baik. Selain itu pemberian tugas yang tepat dan sesuai dengan cara scaffolding (bertahap) akan membuat mereka melesat kemampuan penyelesaian tugas belajarnya.

Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Dari proses diskusi, mempertimbangkan ZPD akan membantu guru dalam melakukan bantuan/scaffolding dalam perencanaan perencanaan pembelajaran. Aplikasi teori Vygotsky tentang Zona Perkembangan Proksimal (ZDP) ini adalah bahwa peran guru sebagai mediator pada kegiatan belajar siswa saat mereka saling berbagi pengetahuan melalui interaksi sosial yang berlangsung di dalam kelas. Scaffolding adalah kunci pengajaran yang efektif melalui pemodelan keterampilan, pemberian petunjuk, hingga mengadaptasi tugas-tugas yang diberikan sehingga sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Pendidik juga akan memiliki motivasi untuk dapat memberikan pendidikan yang sesuai dengan potensinya melalui ZPD.

Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Dengan kegiatan menganalisis guru dapat memberikan bantuan berupa bimbingan, pertanyaan pemantik atau yang lainnya sehingga anak menjadi aktif pada ZPD. Saat proses pembelajaran siswa dan guru jangan terlalu sering memberikan penugasan individu tetapi diselingi dengan kegiatan kelompok. Kesiapan mengajar dengan memperhatikan ZPD harus dikuasai seorang pendidik dalam proses pembelajaran. Selain itu seorang pendidik harus mampu memetakan ZPD peserta didik sehingga kegiatan pembelajaran dapat sesuai dengan kemampuan peserta didik dan scaffolding yang diberikan tepat sasaran. Hal yang saya pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai yaitu contoh penerapan ZPD adalah melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah atau problem-based learning (PBL). Dalam PBL, siswa dihadapkan masalah nyata yang memerlukan pemecahan melalui pemikiran kritis, penelitian, dan kolaborasi. Saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang penerapan ZPD apakah bisa dalam lingkungan kerja. Dilihat dari penjelasannya bahwa ZPD dapat mengetahui kemampuan melalui bimbingan dan dukungan dari orang lain yang lebih berpengalaman.

Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Pemahaman mengenai materi kuliah ini adalah tentang teori belajar Vygotksy dalam ZPD pembelajaran dengan Scaffolding menekankan bahwa perkembangan seorang anak adalah sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan social dan budaya. Peserta didik membutuhkan kehadiran orang lain dalam interaksi sosialnya untuk proses perkembangan kemampuannya dalam pembelajaran. Melalui pembelajaran mata kuliah pemahaman pesrta didik pembelajaran ZPD dengan Scaffolding memotivasi karakteristik dan minat peserta didik dengan tugas belajar yang diberikan dengan peserta didik kearah kemandirian belajar. Sedangkan dalam pembelajaran asessmen yang efektif memiliki peran penting dalam evaluasi perkembangan belajar peserta didik. Melalui penggunaan ZPD dengan berbagai strategi, seperti mengajukan pertanyaan yang memicu pemikiran kritis, memberikan tugas yang menantang, dan memberikan umpan balik. Dalam pembelajaran filosofi pendidikan, ZPD dipahami sebagai pemaknaan tujuan belajar, proses belajar yang ditempuh, mengarah pada tujuan & kompetensi yang harus dicapai, dan apa yang dibutuhkan oleh peserta didik.

Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Melalui ZPD, siswa dapat mencapai kemampuan dan mengembangkan pemahaman, keterampilan, dan kemampuan yang lebih rinci. Konsep ZPD menekankan kolaborasi, interaksi sosial, dan bimbingan dalam proses pembelajaran. Kesiapan saya adalah 8 karena sebagian besar sudah memahami materi yang ada pada mata kuliah PPG dan selanjutnya bisa saya gunakan bekal untuk penerapan di kelas. Hal yang nantinya perlu saya siapkan adalah guru dapat menggunakan pendekatan ZPD untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif. Guru perlu memahami tingkat kemampuan siswa yang berbeda dan kemudian memberikan bimbingan yang sesuai dengan ZPD. Ini bisa dilakukan melalui penggunaan berbagai strategi, metode dan pendekatan ketika pembelajaran berlangsung seperti tanya jawab yang memicu pemikiran kritis, memberikan tugas, dan memberikan umpan balik.

 SEL.11.2-T4-9 Aksi Nyata

PERSPEKTIF SOSIOKULTUR DALAM PENDIDIKAN

Nama          : Iva Arin L

Prodi          : PPG Prajabatan 2023 Gelombang 1

 Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Topik ini membahas tentang pembelajaran pada ‘Zone of Proximal Development (ZPD)’, serta bagaimana faktor faktor ini mempengaruhi pendidikan di Indonesia, dimana dalam memandang pendidikan Pembelajaran adalah kegiatan seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pemahaman di lingkungan sekitarnya. ZPD mengacu pada kemampuan yang dapat dicapai melalui bimbingan dari orang lain yang lebih berpengalaman. Sehingga guru dapat memahami topik ini melalui referensi pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang menerapkan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Dengan kegiatan analisis, saya lebih memahami tentang rencana dan materi pembelajaran yang sesuai pada ‘Zone of Proximal Development’ serta menyimpulkan pendekatan, strategi, metode dan teknis pembelajaran yang sesuai pada ‘Zone of Proximal Development’. Konsep ini dikembangkan oleh seorang psikolog bernama Lev Vygotsky. Oleh karena itu konsep ZPD memiliki beberapa implikasi untuk perkembangan pembelajaran. Sebagai guru, penting untuk memahami tingkat perkembangan dan kemampuan siswa agar dapat memberikan bimbingan yang sesuai dalam ZPD. Dengan memberikan bantuan yang tepat dan memperluas ZPD siswa secara bertahap, guru dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman materi lebih tinggi lagi. Ini berarti bahwa ZPD mencakup apa yang belum dapat dicapai secara mandiri oleh individu, tetapi dapat dicapai melalui bantuan bimbingan tambahan oleh guru atau pembimbing lain.

Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

ZPD menerapkan interaksi sosial dalam proses pembelajaran. Melalui diskusi dengan teman sebaya atau orang lain, siswa dapat saling membantu dengan temannya. Interaksi sosial ini dapat merangsang pemikiran kritis, memperluas pemahaman, dan meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran. Ketika di kelas guru harus mengimplementasikan ZPD pada ruang diskusi kerja kelompok. Pembelajaran ini sering disebut pembelajaran kooperatif. Ia menyebutkan bahwa ketika anak bekerja memecahkan masalah bersama anak-anak yang lebih mampu atau dengan bantuan orang dewasa maka anak tersebut akan dapat belajar dengan baik. Selain itu pemberian tugas yang tepat dan sesuai dengan cara scaffolding (bertahap) akan membuat mereka melesat kemampuan penyelesaian tugas belajarnya.

Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Dari proses diskusi, mempertimbangkan ZPD akan membantu guru dalam melakukan bantuan/scaffolding dalam perencanaan perencanaan pembelajaran. Aplikasi teori Vygotsky tentang Zona Perkembangan Proksimal (ZDP) ini adalah bahwa peran guru sebagai mediator pada kegiatan belajar siswa saat mereka saling berbagi pengetahuan melalui interaksi sosial yang berlangsung di dalam kelas. Scaffolding adalah kunci pengajaran yang efektif melalui pemodelan keterampilan, pemberian petunjuk, hingga mengadaptasi tugas-tugas yang diberikan sehingga sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Pendidik juga akan memiliki motivasi untuk dapat memberikan pendidikan yang sesuai dengan potensinya melalui ZPD.

Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Dengan kegiatan menganalisis guru dapat memberikan bantuan berupa bimbingan, pertanyaan pemantik atau yang lainnya sehingga anak menjadi aktif pada ZPD. Saat proses pembelajaran siswa dan guru jangan terlalu sering memberikan penugasan individu tetapi diselingi dengan kegiatan kelompok. Kesiapan mengajar dengan memperhatikan ZPD harus dikuasai seorang pendidik dalam proses pembelajaran. Selain itu seorang pendidik harus mampu memetakan ZPD peserta didik sehingga kegiatan pembelajaran dapat sesuai dengan kemampuan peserta didik dan scaffolding yang diberikan tepat sasaran. Hal yang saya pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai yaitu contoh penerapan ZPD adalah melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah atau problem-based learning (PBL). Dalam PBL, siswa dihadapkan masalah nyata yang memerlukan pemecahan melalui pemikiran kritis, penelitian, dan kolaborasi. Saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang penerapan ZPD apakah bisa dalam lingkungan kerja. Dilihat dari penjelasannya bahwa ZPD dapat mengetahui kemampuan melalui bimbingan dan dukungan dari orang lain yang lebih berpengalaman.

Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Pemahaman mengenai materi kuliah ini adalah tentang teori belajar Vygotksy dalam ZPD pembelajaran dengan Scaffolding menekankan bahwa perkembangan seorang anak adalah sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan social dan budaya. Peserta didik membutuhkan kehadiran orang lain dalam interaksi sosialnya untuk proses perkembangan kemampuannya dalam pembelajaran. Melalui pembelajaran mata kuliah pemahaman pesrta didik pembelajaran ZPD dengan Scaffolding memotivasi karakteristik dan minat peserta didik dengan tugas belajar yang diberikan dengan peserta didik kearah kemandirian belajar. Sedangkan dalam pembelajaran asessmen yang efektif memiliki peran penting dalam evaluasi perkembangan belajar peserta didik. Melalui penggunaan ZPD dengan berbagai strategi, seperti mengajukan pertanyaan yang memicu pemikiran kritis, memberikan tugas yang menantang, dan memberikan umpan balik. Dalam pembelajaran filosofi pendidikan, ZPD dipahami sebagai pemaknaan tujuan belajar, proses belajar yang ditempuh, mengarah pada tujuan & kompetensi yang harus dicapai, dan apa yang dibutuhkan oleh peserta didik.

Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Melalui ZPD, siswa dapat mencapai kemampuan dan mengembangkan pemahaman, keterampilan, dan kemampuan yang lebih rinci. Konsep ZPD menekankan kolaborasi, interaksi sosial, dan bimbingan dalam proses pembelajaran. Kesiapan saya adalah 8 karena sebagian besar sudah memahami materi yang ada pada mata kuliah PPG dan selanjutnya bisa saya gunakan bekal untuk penerapan di kelas. Hal yang nantinya perlu saya siapkan adalah guru dapat menggunakan pendekatan ZPD untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif. Guru perlu memahami tingkat kemampuan siswa yang berbeda dan kemudian memberikan bimbingan yang sesuai dengan ZPD. Ini bisa dilakukan melalui penggunaan berbagai strategi, metode dan pendekatan ketika pembelajaran berlangsung seperti tanya jawab yang memicu pemikiran kritis, memberikan tugas, dan memberikan umpan balik.

Senin, 06 November 2023

SEL.11.2-T3-8 Aksi Nyata - PERSPEKTIF SOSIOKULTUR DALAM PENDIDIKAN

SEL.11.2-T3-8 Aksi Nyata

PERSPEKTIF SOSIOKULTUR DALAM PENDIDIKAN

Iva Arin L

PPG Prajabatan Gel 1 Tahun 2023

 Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Topik ini membahas tentang pendidikan yang ada di Indonesia, dimana dalam memandang pendidikan seorang guru harus memiliki pemikiran sosial,budaya, ekonomi, dan politik. Sehingga guru dapat memahami topik ini melalui referensi pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang menerapkan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

2.      Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Saya memahami ide Vygotsky yang berfokus pada proses kognitif individu. Oleh karena itu selain dikenal sebagai aspek kognitif sosiokultural. Vygotsky menenekankan bahwa pentingnya interaksi sosial dengan orang yang memiliki pengetahuan system kultural yang lebih baik. Selain itu saya juga memiliki pemahaman tentang pengalaman sekolah siswa  hubungan antar pribadi yang memediasi pembelajaran mereka dan pengalaman sekolah mereka. Pendekatan sosiokultural memberikan pertimbangan yang lebih besar untuk konsepsi sosial pelajar dan hubungan belajar jika teori pembelajaran yang memadai sepenuhnya akan dibangun untuk pendidikan.

3.      Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Tantangan implementasi perspektif-perspektif ini dalam pembelajaran salah satunya adalah kurikulum yang terkadang terlalu terfokus pada aspek akademik saja, meninggalkan ruang yang terbatas untuk memasukkan isu-isu sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Para pendidik perlu memastikan bahwa materi yang diajarkan mencerminkan keberagaman dan  realitas dunia yang kompleks sehingga siswa dapat mengembangkan pemahaman yang holistik (menyeluruh). Siswa dan pendidik harus memiliki suara dalam menentukan apa yang diajarkan dan bagaimana itu diajarkan. Dalam era globalisasi ini, pembelajaran juga perlu melihat perspektif politik dalam konteks yang lebih luas. Isu-isu politik global seperti hak asasi manusia, perdamaian, keadilan sosial, dan demokrasi dapat menjadi bahan diskusi yang menarik dalam pembelajaran. Melalui pemahaman tentang isu-isu politik, siswa dapat mengembangkan sikap kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab terhadap  masyarakat di sekitarnya.

4.      Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Dari proses diskusi, guru harus memahami siswa berdasarkan faktor sosiokultural orang tua dan mendata gaya belajar siswa sehingga ketika ada permasalahan dengan peserta didik, guru dan pihak sekolah memperhatikan faktor sosiokultural terlebih dahulu sehingga dapat lebih berpihak pada peserta didik. Saya juga telah belajar merencanakan pembelajaran sehingga dapat mewadahi keberagaman karakter peserta didik. Keterlibatan peserta didik dapat mempengaruhi proses dan kualitas pendidikan, seperti diskusi kelompok, komunitas belajar, jum’at bersih dan kegiatan lain yang berkaitan dengan interaksi peserta didik.

5.      Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Dengan kegiatan menganalisis pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang menerapkan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dari berbagai referensi dan praktik yang ada saya dapat memberikan argumen dalam diskusi  mengenai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang menerapkan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dalam pembelajaran dari berbagai referensi dan praktek yang ada pada kegiatan sebelumnya saya dapat menyimpulkan pentingnya menerapkan pendekatan pembelajaran dengan menggunakan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Saya ingin mempelajari lebih lanjut mengenai strategi pembalajaran yang dapat mendukung keberagaman dalam proses belajar.

6.      Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Pemahaman mengenai materi kuliah ini adalah penerapan perspektif sosiokultur Pandangan saya yang mempertimbangkan pengaruh sosial, budaya, ekonomi dan politik terhadap proses dan hasil belajar siswa termasuk interaksi sosial di lingkungan belajar, pengaruh kelompok sosial dan peran budaya dalam pembelajaran.menurut saya semua memiliki keterkaitan dalam membentuk pembelajaran yang nantinya sesuai dengan peserta didik dan mencapai tujuan pembelajaran. Pembahasan materi penerapan startegi pendidikan di Indonesia dalam proses pembelajaran, dijelaskan bahwa pentingnya penerapan strategi dalam mengembangkan karakter yang mandiri dan berguna bagi semua orang. Penerapan perspektif sosiokultur dapat menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dengan memperhatikan keberagaman siswa dan memberikan pengakuan pada perbedaan sosial dan budaya di lingkungan belajar.

7.      Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Saya bisa merubah pembelajaran yang bersifat teacher center menuju pada student center.. Guru dapat merangsang minat peserta didik melalui strategi yang sesuai. Kesiapan saya adalah 8 karena sebagian besar sudah memahami materi yang ada pada mata kuliah PPG dan selanjutnya bisa saya gunakan bekal untuk penerapan di kelas. Hal yang nantinya perlu saya siapkan adalah memperhatikan latar belakang siswa guna menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk menunjukkan hasil pembelajaran yang maskimal.

SEL.11.2-T3-8 Aksi Nyata

PERSPEKTIF SOSIOKULTUR DALAM PENDIDIKAN

Iva Arin L

PPG Prajabatan Gel 1 Tahun 2023

 Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Topik ini membahas tentang pendidikan yang ada di Indonesia, dimana dalam memandang pendidikan seorang guru harus memiliki pemikiran sosial,budaya, ekonomi, dan politik. Sehingga guru dapat memahami topik ini melalui referensi pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang menerapkan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

2.      Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Saya memahami ide Vygotsky yang berfokus pada proses kognitif individu. Oleh karena itu selain dikenal sebagai aspek kognitif sosiokultural. Vygotsky menenekankan bahwa pentingnya interaksi sosial dengan orang yang memiliki pengetahuan system kultural yang lebih baik. Selain itu saya juga memiliki pemahaman tentang pengalaman sekolah siswa  hubungan antar pribadi yang memediasi pembelajaran mereka dan pengalaman sekolah mereka. Pendekatan sosiokultural memberikan pertimbangan yang lebih besar untuk konsepsi sosial pelajar dan hubungan belajar jika teori pembelajaran yang memadai sepenuhnya akan dibangun untuk pendidikan.

3.      Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Tantangan implementasi perspektif-perspektif ini dalam pembelajaran salah satunya adalah kurikulum yang terkadang terlalu terfokus pada aspek akademik saja, meninggalkan ruang yang terbatas untuk memasukkan isu-isu sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Para pendidik perlu memastikan bahwa materi yang diajarkan mencerminkan keberagaman dan  realitas dunia yang kompleks sehingga siswa dapat mengembangkan pemahaman yang holistik (menyeluruh). Siswa dan pendidik harus memiliki suara dalam menentukan apa yang diajarkan dan bagaimana itu diajarkan. Dalam era globalisasi ini, pembelajaran juga perlu melihat perspektif politik dalam konteks yang lebih luas. Isu-isu politik global seperti hak asasi manusia, perdamaian, keadilan sosial, dan demokrasi dapat menjadi bahan diskusi yang menarik dalam pembelajaran. Melalui pemahaman tentang isu-isu politik, siswa dapat mengembangkan sikap kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab terhadap  masyarakat di sekitarnya.

4.      Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Dari proses diskusi, guru harus memahami siswa berdasarkan faktor sosiokultural orang tua dan mendata gaya belajar siswa sehingga ketika ada permasalahan dengan peserta didik, guru dan pihak sekolah memperhatikan faktor sosiokultural terlebih dahulu sehingga dapat lebih berpihak pada peserta didik. Saya juga telah belajar merencanakan pembelajaran sehingga dapat mewadahi keberagaman karakter peserta didik. Keterlibatan peserta didik dapat mempengaruhi proses dan kualitas pendidikan, seperti diskusi kelompok, komunitas belajar, jum’at bersih dan kegiatan lain yang berkaitan dengan interaksi peserta didik.

5.      Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Dengan kegiatan menganalisis pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang menerapkan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dari berbagai referensi dan praktik yang ada saya dapat memberikan argumen dalam diskusi  mengenai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang menerapkan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dalam pembelajaran dari berbagai referensi dan praktek yang ada pada kegiatan sebelumnya saya dapat menyimpulkan pentingnya menerapkan pendekatan pembelajaran dengan menggunakan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Saya ingin mempelajari lebih lanjut mengenai strategi pembalajaran yang dapat mendukung keberagaman dalam proses belajar.

6.      Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Pemahaman mengenai materi kuliah ini adalah penerapan perspektif sosiokultur Pandangan saya yang mempertimbangkan pengaruh sosial, budaya, ekonomi dan politik terhadap proses dan hasil belajar siswa termasuk interaksi sosial di lingkungan belajar, pengaruh kelompok sosial dan peran budaya dalam pembelajaran.menurut saya semua memiliki keterkaitan dalam membentuk pembelajaran yang nantinya sesuai dengan peserta didik dan mencapai tujuan pembelajaran. Pembahasan materi penerapan startegi pendidikan di Indonesia dalam proses pembelajaran, dijelaskan bahwa pentingnya penerapan strategi dalam mengembangkan karakter yang mandiri dan berguna bagi semua orang. Penerapan perspektif sosiokultur dapat menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dengan memperhatikan keberagaman siswa dan memberikan pengakuan pada perbedaan sosial dan budaya di lingkungan belajar.

7.      Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Saya bisa merubah pembelajaran yang bersifat teacher center menuju pada student center.. Guru dapat merangsang minat peserta didik melalui strategi yang sesuai. Kesiapan saya adalah 8 karena sebagian besar sudah memahami materi yang ada pada mata kuliah PPG dan selanjutnya bisa saya gunakan bekal untuk penerapan di kelas. Hal yang nantinya perlu saya siapkan adalah memperhatikan latar belakang siswa guna menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk menunjukkan hasil pembelajaran yang maskimal.

Minggu, 05 November 2023

SEL.11.2-T2-8 AKSI NYATA PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA

 SEL.11.2-T2-8 Aksi Nyata

Pada akhir pembelajaran setiap topik, Anda diminta untuk merefleksikan pembelajaran dalam blog masing-masing, dengan menggunakan alur MERDEKA seperti dalam proses pembelajarannya. Anda bisa menceritakan refleksi Anda dengan caranya masing-masing, bisa narasi yang dilengkapi visual, ataupun narasi saja, atau model kreatif lainnya. Berikut ini panduan pertanyaan yang dapat membantu Anda menuliskan blog:

1.      Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Status ekonomi sosial (SES) masing-masing individu dapat mempengaruhi pencapaian dari prestasi dan keberlanjutan karir yang mampu diperoleh. Empat faktor utama yang melatarbelakangi pendidikan individu tersebut mendukung perkembangan dan pertumbuhan, sehingga membentuk suatu karakter yang menyadari pentingnya pendidikan dalam pembengunan bangsa.

2.      Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Untuk mencapai keberhasillan pendidikan, ada faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik yang mempengaruhi. Dengan kondisi dan latar belakang peserta didik yang Berbeda, maka sebagai pendidik harus bisa memilih metode, strategi dan teknik untuk mencapai kebutuhan dan kemampuan belajar. Status Ekonomi Sosial (SES) adala cara mengelompokkan keluarga berdasarkan kemampuan ekonomi dan status sosialnya. Hal tersebut penting dalam pengajaran karena setiap peserta didik memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Simpulannya semakin tinggi SES orang tua maka semakin tinggi pula kesempatan peserta didik memperoleh fasilitas belajar yang memadai yang dapat mendorong motivasi belajar prestasi didik.

3.      Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Dalam ruang kolaborasi, saya mendiskusikan studi kasus yang ada di dalam 3 judul bacaan, yaitu “Belajar Berdemokrasi” “Ray Si Pecandu Online Game” dalam buku Mengajar untuk Perubahan dan “Literasi Dasar” dari buku Melawan Setan Bermata Runcing. Studi kasus dalam 3 judul bacaan tersebut membahas tentang hubungan sosiokultural dan pengaruhnya terhadap pendidikan. Dari 3 judul bacaan tersebut, saya sebagai pendidik terinspirasi untuk membimbing peserta didik dan masyarakat sekitar tentang pentinya pendidikan dan menanamkan nilai-nilai keberagaman sosial, budaya, ekonomi dan politik, juga memberikan fasilitas pendidikan yang baik.

4.      Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Yang saya pelajari dalam demonstrasi kontekstual adalah saya saling mengevaluasi hasil kerja kelompok pada ruang kolaborasi. Saya berpendapat juga sanggahan terhadap studi kasus yang saya kerjakan pada ruang kolaborasi.

5.      Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?

Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?

Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut? 

Saya menyimpulkan bahwa SES dan CHAT sangat mempengaruhi perkembangan, pembelajaran danprestasi peserta didik. Peran orang tua,guru, teman dan masyarakat juga mendukung perkembangan peserta didik.

SES menentukan sejauh mana peserta didik memperoleh fasilitas pendidikan juga interaksi. Orang dewasa dan lingkungan masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk membantu peserta didik berkembang kearah yang benar. Sebagai pendidik, perlu menerapkan strategi pengajaran dan asesmen yang sesuai dengan latar belakang peserta didik, sehingga dapat membantu mereka mencapai keberhasilan pendidikan.

6.      Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?    

Kondisi alam yang beraneka ragam membuat masyarakat Indonesia memiliki pengalaman yang beragam. Maka, dengan memberikan pendidikan yang adil kepada setiap. Adil pada konteks ini adalah dengan memberikan pendidikan sesuai dengan haknya melalui proses pembelajaran yang tanggap budaya atau biasa dikenal dengan Culturally Responsive Teaching (CRT).

Pendidikan anak perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam mencakup sifat-sifat dan kecenderungan bawaan anak. Setiap anak memiliki potensi dan bakat yang berbeda. Pendidikan yang memahami kodrat alam akan membantu mengembangkan potensi anak sesuai dengan kecenderungan/minat mereka. Kodrat zaman mencakup tentang perubahan dalam masyarakat, teknologi dan nilai-nilai yang mempengaruhi pertumbuhan anak. Pendidikan harus mengikuti perkembangan zaman agar relevan dan efektif.

Guru dapat informasi bahan sumber daya yang mencerminkan beragam budaya dalam pengajaran mereka. Hal tersebut dapat mencakup buku teks, video, gambar, atau materi

sumber daya lainnya yang mencakup berbagai perspektif budaya. Pendidikan perlu mengajarkan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan tuntutan zaman, seperti isu-isu sosial yang relevan, literasi digital (e-book), dan pemahaman tentang perkembangan teknologi.

7.      Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Manfaat dari mempelajari topik ini adalah pembuka pandangan terkait pengaruh SES dengan dasar sosiokultural dan penerapannya dalam proses pembelajaran berdasarkan karakteristik, kebutuhan dan kesiapan belajar peserta didik. Kesiapan saya berada pada rating 8, sebab saya sudah mempelajari konsep SES dalam sosiokulural. Saya mendalami lagi untuk meningkatkan kemampuan supaya saya dapat menentukan strategi dan asesmen pengajaran yang adil.

Iva Arin L

PPG Prajabatan 2023

 

 

 SEL.11.2-T2-8 Aksi Nyata

Pada akhir pembelajaran setiap topik, Anda diminta untuk merefleksikan pembelajaran dalam blog masing-masing, dengan menggunakan alur MERDEKA seperti dalam proses pembelajarannya. Anda bisa menceritakan refleksi Anda dengan caranya masing-masing, bisa narasi yang dilengkapi visual, ataupun narasi saja, atau model kreatif lainnya. Berikut ini panduan pertanyaan yang dapat membantu Anda menuliskan blog:

1.      Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Status ekonomi sosial (SES) masing-masing individu dapat mempengaruhi pencapaian dari prestasi dan keberlanjutan karir yang mampu diperoleh. Empat faktor utama yang melatarbelakangi pendidikan individu tersebut mendukung perkembangan dan pertumbuhan, sehingga membentuk suatu karakter yang menyadari pentingnya pendidikan dalam pembengunan bangsa.

2.      Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Untuk mencapai keberhasillan pendidikan, ada faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik yang mempengaruhi. Dengan kondisi dan latar belakang peserta didik yang Berbeda, maka sebagai pendidik harus bisa memilih metode, strategi dan teknik untuk mencapai kebutuhan dan kemampuan belajar. Status Ekonomi Sosial (SES) adala cara mengelompokkan keluarga berdasarkan kemampuan ekonomi dan status sosialnya. Hal tersebut penting dalam pengajaran karena setiap peserta didik memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Simpulannya semakin tinggi SES orang tua maka semakin tinggi pula kesempatan peserta didik memperoleh fasilitas belajar yang memadai yang dapat mendorong motivasi belajar prestasi didik.

3.      Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Dalam ruang kolaborasi, saya mendiskusikan studi kasus yang ada di dalam 3 judul bacaan, yaitu “Belajar Berdemokrasi” “Ray Si Pecandu Online Game” dalam buku Mengajar untuk Perubahan dan “Literasi Dasar” dari buku Melawan Setan Bermata Runcing. Studi kasus dalam 3 judul bacaan tersebut membahas tentang hubungan sosiokultural dan pengaruhnya terhadap pendidikan. Dari 3 judul bacaan tersebut, saya sebagai pendidik terinspirasi untuk membimbing peserta didik dan masyarakat sekitar tentang pentinya pendidikan dan menanamkan nilai-nilai keberagaman sosial, budaya, ekonomi dan politik, juga memberikan fasilitas pendidikan yang baik.

4.      Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Yang saya pelajari dalam demonstrasi kontekstual adalah saya saling mengevaluasi hasil kerja kelompok pada ruang kolaborasi. Saya berpendapat juga sanggahan terhadap studi kasus yang saya kerjakan pada ruang kolaborasi.

5.      Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?

Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?

Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut? 

Saya menyimpulkan bahwa SES dan CHAT sangat mempengaruhi perkembangan, pembelajaran danprestasi peserta didik. Peran orang tua,guru, teman dan masyarakat juga mendukung perkembangan peserta didik.

SES menentukan sejauh mana peserta didik memperoleh fasilitas pendidikan juga interaksi. Orang dewasa dan lingkungan masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk membantu peserta didik berkembang kearah yang benar. Sebagai pendidik, perlu menerapkan strategi pengajaran dan asesmen yang sesuai dengan latar belakang peserta didik, sehingga dapat membantu mereka mencapai keberhasilan pendidikan.

6.      Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?    

Kondisi alam yang beraneka ragam membuat masyarakat Indonesia memiliki pengalaman yang beragam. Maka, dengan memberikan pendidikan yang adil kepada setiap. Adil pada konteks ini adalah dengan memberikan pendidikan sesuai dengan haknya melalui proses pembelajaran yang tanggap budaya atau biasa dikenal dengan Culturally Responsive Teaching (CRT).

Pendidikan anak perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam mencakup sifat-sifat dan kecenderungan bawaan anak. Setiap anak memiliki potensi dan bakat yang berbeda. Pendidikan yang memahami kodrat alam akan membantu mengembangkan potensi anak sesuai dengan kecenderungan/minat mereka. Kodrat zaman mencakup tentang perubahan dalam masyarakat, teknologi dan nilai-nilai yang mempengaruhi pertumbuhan anak. Pendidikan harus mengikuti perkembangan zaman agar relevan dan efektif.

Guru dapat informasi bahan sumber daya yang mencerminkan beragam budaya dalam pengajaran mereka. Hal tersebut dapat mencakup buku teks, video, gambar, atau materi

sumber daya lainnya yang mencakup berbagai perspektif budaya. Pendidikan perlu mengajarkan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan tuntutan zaman, seperti isu-isu sosial yang relevan, literasi digital (e-book), dan pemahaman tentang perkembangan teknologi.

7.      Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Manfaat dari mempelajari topik ini adalah pembuka pandangan terkait pengaruh SES dengan dasar sosiokultural dan penerapannya dalam proses pembelajaran berdasarkan karakteristik, kebutuhan dan kesiapan belajar peserta didik. Kesiapan saya berada pada rating 8, sebab saya sudah mempelajari konsep SES dalam sosiokulural. Saya mendalami lagi untuk meningkatkan kemampuan supaya saya dapat menentukan strategi dan asesmen pengajaran yang adil.

Iva Arin L

PPG Prajabatan 2023

 

 

Kamis, 19 Oktober 2023

AKSI NYATA Tentang Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia

 SEL.11.2-T1-8 Aksi Nyata

Pada akhir pembelajaran setiap topik, saya diminta untuk merefleksikan pembelajaran dalam blog dengan menggunakan alur MERDEKA seperti dalam proses pembelajarannya. Saya bisa menceritakan refleksi dengan caranya. Berikut ini adalah artikel blog tentang Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia: 

1.      Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Sebelum memulai proses pembelajaran, hal yang saya pikirkan yaitu ilmu yang diperoleh saat mempelajari perpektif sosiokultural dapat saya implementasikan saat saya melakukan proses pembelajaran dengan memahami latar belakang siswa, sosial, budaya, ekonomi yang berbeda – beda. Setelah saya mempelajarai materi tentang perpektif sosiokultural dampaknya terhadap pendidikan di Indonesia sangat baik sehingga guru dan siswa perlu menerapkan dalam kehidupan sehari – hari.

2.      Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Pada topik ini yang saya pelajari yaitu pengaruh sosial, budaya, ekonomi serta politik dalam proses pendidikan dari sebelum merdeka dan setelah merdeka. Pada materi pendidikan yang boleh sekolah untuk diberi kesempatan membaca, menulis dan berhitung saja. Peran Ki Hadjar Dewantara dalam membangun taman siswa sebagai cita – cita bangsa melalui pendidikan. Tujan didirikan taman siswa untuk memajukan pendidikan di Indonesia, meski proses pendidikan di Indonesia adanya pengaruh sosial, budaya, ekonomi dan politik.

3.      Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Pada bagian ini saya menyimpulkan dari berbagai video pembelajaran pada bab ruang kolaborasi. Setelah menonton video tersebut, masih ada pendidikan di Indonesia yang tidak merata terutama di daerah terpelosok yang sarana dan prasarana masih minim seperti bangunan sekolah, tenaga pendidik dan lain sebagainya. Ada beberapa daerah anak – anak hanya bersekolah sampai tingkat SD dan mereka banyak belajar dari lingkungan sekitar.  Pada materi pendidikan sebelum kemerdekaan bahwa faktor sosial dan budaya serta politik pada zaman itu punya peran penting dalam penerapan pendidikan. Pada zaman itu yang boleh bersekolah hanya para bangsawan. Padahal pengaruh sosial, budaya, ekonomi dan politik terhadap pendidikan di zaman sekarang pun berperan penting namun tidak seperti pada zaman belanda.

4.      Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Hal penting yang saya pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yaitu saya dan rekan saya saling berdiskusi sehingga mencapai satu pemikiran untuk menyelesaikan tugas kami secara bersama. Selain itu kami belajar bagaimana mempresentasikan hasil yang kami buat. Saya dan rekan saya saling membantu dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh rekan kami yang lain. Secara tidak langsung saya belajar menerapkan pembelajaran kurikulum merdeka melalui demontrasi kontekstual, dengan berdiskusi kelompok bersama, kami menemukan dan memecahkan permasalahan yang diberikan, Kami belajar mempraktikan dua hal yang didapat sekaligus dan memudahkan saya memahami pembelajaran paradigma secara langsung melalui kelompok belajar. Sehingga Ketika saya mengajar, saya mengimplementasikan topik tersebut dengan baik kepada siswa.

5.      Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Sejauh ini saya mulai paham tentang teori sosiokultural dalam pendidikan yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Pada awal pembelajaran saya mempelajari teori Vygotsky tersebut yang menjelaskan bahwa budaya, keragaman budaya, kepekaan  budaya, multikulturalisme serta banyak turunan lainnya telah menjadi bagian besar dari teori dan praktik pendidikan saat ini. Saya ingin mempelajari tentang hal tersebut karena tentunya ilmu ini akan saya terapkan kelak kepada siswa. Bahwa pendidikan multikulturalisme menanamkan pentingnya menghargai heterogenitas baik suku, budaya, etnis dan sebagainya. Setiap siswa memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga dalam proses pembelajaran menekankan pada prinsip kebersamaan saling menghormati, menerima dan menghargai perbedaan.

6.      Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Mata Kuliah perspektif sosiokultural ini saling berhubungan dengan mata kuliah lainnya seperti mata kuliah Filosofi Pendidikan Indonesia yaitu Pendidikan di Indonesia mengalami perubahan dari sebelum kemerdekaan hingga sesudah kemerdekaan yang di pengaruhi oleh faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik. Kita sebagai guru harus memahami pembelajaran sesuai kebutuhan dengan latar belakang yang dimiliki siswa. Ini juga berkaitan dengan Pembelajaran berdiferensiasi dengan pembelajaran bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masing – masing siswa. Karena setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Berkaitan dengan mata kuliah Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajaran adalah siswa memiliki latar belakang sosial, budaya, ekonomi dan politik yang berbeda pula, sehingga guru harus memahami karakter peserta didik dengan baik agar terciptanya pembelajaran yang efektif. Seperti yang sudah saya jabarkan dalam grafis koneksi antar materi, bahwa materi mata kuliah perspektif sosiokultural ini memiliki keterkaitan dengan beberapa materi dengan mata kuliah lain seperti pada materi filosofi pendidikan Indonesia serta pemahaman peserta didik yang ke semuanya mengajarkan tentang pengaruh teori sosial budaya ekonomi dan politik terhadap pendidikan.

7.      Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Dengan mempelajari hal ini guru harus menyiapkan diri untuk menghadapi situasi sosial budaya ekonomi dan politik berpengaruh dalam pendidikan. Dengan ilmu yang saya dapat selama mengikuti perkuliahan ini saya memberi skala kepada diri saya 8 karena saya paham maksud dari semua materi yang dipaparkan serta penerapannya secara konkret. Sehingga masih butuh waktu bagi saya untuk mengamati latar belakang siswa yang berbeda dan juga memperoleh ilmu tentang sosiokultural yang akan saya pelajari pada topik-topik berikutnya. Hal yang perlu saya kembangkan adalah perbanyak pemahaman tentang materi serta dapat mengimplementasikannya kepada siswa.

Oleh : Iva Arin L., S.Pd (PPG Prajabatan Gelombang 1 tahun 2023)


 SEL.11.2-T1-8 Aksi Nyata

Pada akhir pembelajaran setiap topik, saya diminta untuk merefleksikan pembelajaran dalam blog dengan menggunakan alur MERDEKA seperti dalam proses pembelajarannya. Saya bisa menceritakan refleksi dengan caranya. Berikut ini adalah artikel blog tentang Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia: 

1.      Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Sebelum memulai proses pembelajaran, hal yang saya pikirkan yaitu ilmu yang diperoleh saat mempelajari perpektif sosiokultural dapat saya implementasikan saat saya melakukan proses pembelajaran dengan memahami latar belakang siswa, sosial, budaya, ekonomi yang berbeda – beda. Setelah saya mempelajarai materi tentang perpektif sosiokultural dampaknya terhadap pendidikan di Indonesia sangat baik sehingga guru dan siswa perlu menerapkan dalam kehidupan sehari – hari.

2.      Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Pada topik ini yang saya pelajari yaitu pengaruh sosial, budaya, ekonomi serta politik dalam proses pendidikan dari sebelum merdeka dan setelah merdeka. Pada materi pendidikan yang boleh sekolah untuk diberi kesempatan membaca, menulis dan berhitung saja. Peran Ki Hadjar Dewantara dalam membangun taman siswa sebagai cita – cita bangsa melalui pendidikan. Tujan didirikan taman siswa untuk memajukan pendidikan di Indonesia, meski proses pendidikan di Indonesia adanya pengaruh sosial, budaya, ekonomi dan politik.

3.      Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Pada bagian ini saya menyimpulkan dari berbagai video pembelajaran pada bab ruang kolaborasi. Setelah menonton video tersebut, masih ada pendidikan di Indonesia yang tidak merata terutama di daerah terpelosok yang sarana dan prasarana masih minim seperti bangunan sekolah, tenaga pendidik dan lain sebagainya. Ada beberapa daerah anak – anak hanya bersekolah sampai tingkat SD dan mereka banyak belajar dari lingkungan sekitar.  Pada materi pendidikan sebelum kemerdekaan bahwa faktor sosial dan budaya serta politik pada zaman itu punya peran penting dalam penerapan pendidikan. Pada zaman itu yang boleh bersekolah hanya para bangsawan. Padahal pengaruh sosial, budaya, ekonomi dan politik terhadap pendidikan di zaman sekarang pun berperan penting namun tidak seperti pada zaman belanda.

4.      Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Hal penting yang saya pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yaitu saya dan rekan saya saling berdiskusi sehingga mencapai satu pemikiran untuk menyelesaikan tugas kami secara bersama. Selain itu kami belajar bagaimana mempresentasikan hasil yang kami buat. Saya dan rekan saya saling membantu dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh rekan kami yang lain. Secara tidak langsung saya belajar menerapkan pembelajaran kurikulum merdeka melalui demontrasi kontekstual, dengan berdiskusi kelompok bersama, kami menemukan dan memecahkan permasalahan yang diberikan, Kami belajar mempraktikan dua hal yang didapat sekaligus dan memudahkan saya memahami pembelajaran paradigma secara langsung melalui kelompok belajar. Sehingga Ketika saya mengajar, saya mengimplementasikan topik tersebut dengan baik kepada siswa.

5.      Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Sejauh ini saya mulai paham tentang teori sosiokultural dalam pendidikan yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Pada awal pembelajaran saya mempelajari teori Vygotsky tersebut yang menjelaskan bahwa budaya, keragaman budaya, kepekaan  budaya, multikulturalisme serta banyak turunan lainnya telah menjadi bagian besar dari teori dan praktik pendidikan saat ini. Saya ingin mempelajari tentang hal tersebut karena tentunya ilmu ini akan saya terapkan kelak kepada siswa. Bahwa pendidikan multikulturalisme menanamkan pentingnya menghargai heterogenitas baik suku, budaya, etnis dan sebagainya. Setiap siswa memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga dalam proses pembelajaran menekankan pada prinsip kebersamaan saling menghormati, menerima dan menghargai perbedaan.

6.      Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Mata Kuliah perspektif sosiokultural ini saling berhubungan dengan mata kuliah lainnya seperti mata kuliah Filosofi Pendidikan Indonesia yaitu Pendidikan di Indonesia mengalami perubahan dari sebelum kemerdekaan hingga sesudah kemerdekaan yang di pengaruhi oleh faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik. Kita sebagai guru harus memahami pembelajaran sesuai kebutuhan dengan latar belakang yang dimiliki siswa. Ini juga berkaitan dengan Pembelajaran berdiferensiasi dengan pembelajaran bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masing – masing siswa. Karena setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Berkaitan dengan mata kuliah Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajaran adalah siswa memiliki latar belakang sosial, budaya, ekonomi dan politik yang berbeda pula, sehingga guru harus memahami karakter peserta didik dengan baik agar terciptanya pembelajaran yang efektif. Seperti yang sudah saya jabarkan dalam grafis koneksi antar materi, bahwa materi mata kuliah perspektif sosiokultural ini memiliki keterkaitan dengan beberapa materi dengan mata kuliah lain seperti pada materi filosofi pendidikan Indonesia serta pemahaman peserta didik yang ke semuanya mengajarkan tentang pengaruh teori sosial budaya ekonomi dan politik terhadap pendidikan.

7.      Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Dengan mempelajari hal ini guru harus menyiapkan diri untuk menghadapi situasi sosial budaya ekonomi dan politik berpengaruh dalam pendidikan. Dengan ilmu yang saya dapat selama mengikuti perkuliahan ini saya memberi skala kepada diri saya 8 karena saya paham maksud dari semua materi yang dipaparkan serta penerapannya secara konkret. Sehingga masih butuh waktu bagi saya untuk mengamati latar belakang siswa yang berbeda dan juga memperoleh ilmu tentang sosiokultural yang akan saya pelajari pada topik-topik berikutnya. Hal yang perlu saya kembangkan adalah perbanyak pemahaman tentang materi serta dapat mengimplementasikannya kepada siswa.

Oleh : Iva Arin L., S.Pd (PPG Prajabatan Gelombang 1 tahun 2023)


 
Iva Arin Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template